Post Messages Between Window & Iframe

Case

Create a “parent” site as a publisher, and put a 970*250 billboard ad on it. The ad placed in an iframe. It has hide and show button. Hide to collapse it to a smaller size, and show to expand it to original size.
When user press hide button, the ad will collapse to a smaller size, and there will be a white space between parent site’s contents and the ad. The expectation is when the ad collapsed, the contents of parent site will fill the white space.

Solution

We’re using an iframe, so we have to use Window.postMessage() from the ad to send a status message to parent site. Parent site will know whether user press a hide or a show button on the ad. If the parent site gets a collapse message, it will call a function to change the height of the iframe to a smaller size, and if it gets an expand message, it will call a function to change back the iframe size to its original size.

Demo

https://drive.google.com/file/d/1Hi-PtWYL7oJ1Hm6XrAm7t5qzQ1wAfmHH/view?usp=sharing

 

Summoners War Sky Arena – A Random Luck Game

I can’t believe I’ve been playing Summoners War for about 2 years. It’s so interesting. Many friends of mine play this game too. We always compare monster that we got to each other or we summon monster at the same time. If one of my friends got a natural born 5 star monster that rare or some skillful monster, everyone gone crazy. We felt happy and envy at the same time. The actual happiness of playing a game based on random generator is about to get the rarest good monster. Actually I am lucky enough about playing this game. I’ve got 4 natural born 5 star monsters, 2 of them are similar and some skillful 4 star monsters. My friends were envy about that, because it is very hard to get 5 star monster, even if just one. If you ever play this game, you will know the feeling when you got natural born 5 star monster, well… If you are lucky enough though.
Here’s the awaken state of 5 star monsters that I’ve got.
1. Poseindon, The Water Sea Emperor

The first natural born 5 star monster that I’ve got from Mystical Scroll.
2. Velajuel The Fire Archangel (I’ve got 2 of it)

The second and third natural born 5 star monster that I’ve got from Mystical Scroll in just a week.
3. Teshar The Wind Phoenix (Unfortunately I forgot to screenshot the awaken state of it)

The fourt or the latest natural born 5 star monster that I’ve got. I’ve got it from Legendary Scroll on january 2017. I’ve got the Legendary Scroll as a reward after for the first time I’ve could defeat The Boss on the 100th floor of Tower of Ascension .

Here’s some of the awaken state of 4 star monsters that I’ve got.
























Since I’ve been playing this game, I’ve also got 2 fake 5 star monsters. There are Khmun The Fire Anubis and Avaris The Water Anubis. Fake 5 star monster is actually a 4 star monster that already awakened and already in 5 star stage when it’s summoned. Basically it benefits me, cause I don’t have to spend any material to awaken or to power up it. But, still I disappointed when I got it, because it’s NOT a natural born 5 star.

My primary game is in Asia Server, but I play in another server too. My account in China server got a 5 star monster, even though it was just in level 8. It was so unbelievable.
Here’s Bastet, The Desert Queen.

Summoners war is the only game in my phone until now and I’m playing this game whenever I have free time.

My goal is to get another 5 star monster, especially dark or light element monster that’s soooooooo hard to get. Wish me luck…

If you want to see review of the monsters, you can go to summonerswar.co

Technology-Mediated Social Arrangements to Resolve Breakdowns in Infrastructure During Ongoing Disruption

Penulis : Bryan Semaan dan Gloria Mark

University of California Irvine, Irvine

URL : http://dx.doi.org/10.1145/2063231.2063235

When societies experience disruption as caused by natural disasters, various official government agencies, relief organizations, and emergent citizen groups engage in activities that aid in the recovery effort—the process that leads to the resumption of normal life. In war environments however, societal trust can be affected and people may develop distrust of the institutions and associated individuals that provide and resolve breakdowns in infrastructure. This article reports on an ethnographic study of the use of information and communication technologies (ICTs) by citizens experiencing ongoing disruption in a conflict zone. We conducted 90 semistructured interviews with Iraqi civilians who experienced the 2nd Gulf War beginning in March 2003. We show how citizens used ICTs to continuously resolve breakdowns in infrastructure during ongoing disruption caused by the conflict, by creating new, reliable technology-mediated social arrangements that enabled people to maintain daily routines for travel, education, and obtaining information. We then discuss new ways to think about infrastructure and implications for the disaster relief effort.

Pengkaji : Agung Kurniawan (G64120013)

Bencana Alam dan perang dapat menyebabkan rusaknya atau terganggunya infrastruktur fisik, teknik, pendidikan, transportasi dan lainnya. Saat bencana terjadi, masyarakat membutuhkan informasi yang dapat diandalkan dan dapat dipercaya untuk melakukan tindakan tepat. Namun karena terkendala infrastruktur, sering kali informasi yang diberikan oleh saluran resmi seperti pemerintah terlalu terlambat atau sudah tidak berlaku. Hal ini dapat mempengaruhi kepercayaan masyarakat.

Saat bencana atau perang terjadi, masyarakat dapat menggunakan ICT (Information and Communication Technology). ICT dapat memberikan pilihan kepada masyarakat mengenai bagaimana menanggapi bencana, bagaimana menemukan dan memberikan informasi, serta untuk memelihara situasi. Masyarakat tidak dapat bergantung pada orang lain dan institusi untuk mengelola infrastuktur yang rusak. Masyarakat harus berinisiatif untuk mengatasi kerusakan dan membuat sendiri infrasruktur yang dapat digunakan sebagai bagian dari proses pemulihan dari krisis yang sedang berlangsung.

Pada artikel ini penulis tertarik pada bagaimana masyarakat menggunakan ICT untuk dapat menggunakan infrastruktur yang rusak, serta bagaimana masyarakat sembuh dari krisis dalam lingkungan dimana kepercayaan masyarakat telah terkikis. Sehingga artikel ini membahas bagaimana ICT dimediasi pada perkembangan tatanan sosial baru berdasarkan jaringan yang terpercaya.

Penulis melakukan penelitian ini dengan mewawancarai masyarakat Irak yang mengalami gangguan pada kehidupan sehari-hari mereka akibat perang Gulf War kedua yang dimulai pada maret 2003. Gangguan pertama yang dirasakan oleh masyarakat irak adalah rusaknya infrasrtuktur transportasi. Sebelum perang terjadi, infrastruktur transportasi mudah dan aman untuk digunakan. Salah satunya adalah bus. Namun, setelah perang berlangsung alat transportasi menjadi tidak aman untuk digunakan, karena sering terjadinya ledakan bom. Gangguan kedua adalah rusaknya sarana pendidikan. Infrastruktur pendidikan banyak yang dicuri, dan 84% dari institusi pendidikan dibakar dan dihancurkan. Gangguan ketiga adalah kerusakan infrastruktur informasi. Saat perang berlangsung masyarakat Iraq sulit untuk menentukan informasi mana yang dapat dipercaya. Sehingga dengan kerusakan infrastruktur maka terjadi penurunan kepercayaan antar masyarakat irak.

Masyarakat irak mengatasi gangguan mereka dengan menggunakan ICT. ICT contohnya ponsel dan Facebook dapat membuat pengaturan sosial antar masyarakat dalam jaringan sosial yang mereka percayai sehingga dengan penggunaan ini, infrastruktur informasi yang rusak dan ketidakpercayaan masyarakat bisa kembali normal. ICT yang digunakan selama perang tidak selalu dapat bekerja. ICT membutuhkan listrik, apabila infrastruktur listrik mengalami kerusakan maka komunikasi tidak dapat dilakukan. Untuk mengatasi masalah tersebut, masyarakat irak memasang generator listrik di rumah mereka untuk menjaga agar alat komunikasi mereka tetap bekerja.

Peran ICT dalam menyelesaikan kerusakan infrastruktur transportasi dengan memberikan informasi kepada masyarakat irak mengenai apakah melakukan perjalanan ke daerah-daerah tertentu aman atau tidak. Masyarakat terlibat dalam praktek kolaboratif baru untuk mencari informasi perjalanan dengan menggunakan ponsel, e-mail, pesan instan, atau dengan membaca status update teman Facebook mereka. Mereka menggunakan ICT untuk menghubungi jaringan social (keluarga dan teman) dilokasi bepergian mereka untuk menanyakan tentang situasi local. Selain itu muncul jaringan transportasi pribadi. Masyarakat irak memiliki masing-masing penyedia transportasi seperti taxi atau supir yang sudah dipercaya.

Peran ICT dalam menyelesaikan kerusakan infrastruktur informasi dengan menyediakan informasi melalui media satelit dan internet. Masyarakat menginginkan untuk selalu mendapatkan informasi yang up to date. Informasi yang berasal dari jaringan kelompok sosial yang kuat maka dapat dipercaya dan dapat divalidasi.

Peran ICT dalam menyelesaikan kerusakan infrastruktur pendidikan dengan menyediakan sumber pembelajaran yang terbaru. Selain itu ICT menyediakan pendidikan secara online apabila siswa tidak dapat datang kesekolah karena merasa tidak aman.

Dari pengkajian diatas dapat disimpulkan bahwa penggunaan teknologi ICT dapat menjadi mediator untuk masyarakat dalam menangani atau bertindak pada situasi bencana atau perang. Penggunaan ini memiliki implikasi munculnya suatu tatanan sosial baru dan lama dalam masyarakat untuk membantu dalam perbaikan infrastruktur yang rusak.

Error Prevention – pertanian.go.id

Error Prevention adalah pencegahan kesalahan, artinya sistem harusnya memberikan suatu interaksi pencegahan kepada user ketika melakukan kesalahan dalam sistem sehingga user dapat berhati-hati dalam melakukan tindakan lanjutan.


Tidak ada keterangan field yang harus diisi.

5a

Saat pengguna akan menggunakaan fitur pengaduan mengenai kementrian pertanian, pengguna terlebih dahulu melakukan registrasi. Pada field isian, tidak terdapat keterangan field mana yang harus diisi atau yang dapat dikosongkan. Keterangan field yng harus diisi biasnya menggunakan tanda ” * “. Karena tidak ada, maka saya mencoba untuk mengosongkan password. Ternyata umpan balik yang diberikan seperti gambar ini.

5c

Menurut saya, keterngan field yang harus diisi perlu ditambahkan, agar error dapat dicegah.


Pengecekan tidak dilakukan secara real-time.

5b

Setelah registrasi berhasil, saya mencoba untuk ubah password. saya mengetikkan password baru lalu saya mengetikkan retype password dengan kata yang berbeda. Ternyata setelah saya submit password berhasil diupdate. Saya menjadi sedikit bingung. Jadi retype password untuk apa apabila password tetap berhasil diubah.

Menurut saya harus ada keterangan bahwa pengetikan password harus sama dan ada suatu mekanisme untuk mengetahui apakah password yang diketikkan sama atau berbeda. Sehingga kesalahan pengguna dapat dicegah.


Severity Rating yang saya berikan adalah 2. Menurut saya hal tersebut temasuk masalah usability minor dan memiliki prioritas yang rendah untuk diperbaiki.